Uncategorized

Fear of Missing Out (FOMO) Penyebab Utama Gagal Hemat

Source: Magnific.com

Kehidupan mahasiswa atau Gen Z di era saat ini sudah jauh dari kata hemat, perilaku konsumtif kerap dilakukan oleh sebagian besar Gen Z, yang bertujuan bukan untuk diri sendiri, melainkan agar dilihat orang lain. Namun banyak juga dari mereka yang menjadikan tolak ukur bahagia mereka, ketika mereka terlihat “Wah” dimata orang lain.

Salah satu contoh budaya implusif yang sering dilakukan oleh mahasiswa ialah budaya konsumsi karena Fear of Missing Out (FOMO). Melihat teman di sosial media membeli barang yang terlihat lucu, namun sebenarnya belum dibutuhkan, dan skala prioritas barang yang lebih dibutuhkan kalah oleh barang yang “terlihat lucu” tersebut. Banyak juga mahasiswa yang sudah memikirkan dampak jangka panjang dari perilaku hemat, namun pada praktiknya masih sedikit yang mampu untuk menahan diri agar tidak membeli sesuatu yang tidak terlalu penting dan belum begitu dibutuhkan.

Secara bahasa, hemat berarti berhati-hati dalam membelanjakan uang atau menggunakan sesuatu agar tidak berlebihan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hemat diartikan sebagai sikap cermat, tidak boros, dan menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan.

Dalam istilah Islam, hemat identik dengan sikap iqtishad atau hidup sederhana dan seimbang. Hemat merupakan perilaku menggunakan harta, waktu, tenaga, dan sumber daya lainnya secara proporsional tanpa berlebih-lebihan. Islam melarang umatnya bersikap boros (israf) maupun terlalu kikir (bukhl). Sikap hemat menjadi jalan tengah yang mencerminkan keseimbangan dalam kehidupan.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa manusia hendaknya menggunakan harta secukupnya untuk kebutuhan yang bermanfaat dan tidak menghamburkannya pada hal yang sia-sia. Dengan demikian, hemat merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 26-27 yang artinya:

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang ada dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang pemboros itu adalah saudara dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Surat tersebut mengatakan bahwa Allah SWT sangat membenci manusia yang memiliki perilaku boros. Sebab, sifat boros mencerminkan perilaku setan.

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah. Tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31)

Oleh sebab itu, sebagaimana bunyi kedua ayat di atas, umat Islam sebagai manusia harus menghindari sifat boros dan menghambur-hamburkan uang. Tetaplah senantiasa hidup sederhana dengan bersyukur dan berlapang dada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *